Peta dukungan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kembali mengalami perubahan. DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng resmi mengalihkan dukungannya kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Sebelumnya, Golkar Soppeng diketahui menjadi salah satu daerah yang memberikan dukungan kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi. Namun, sikap politik tersebut berubah setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menerbitkan surat diskresi kepada IAS.
Peralihan dukungan ditandai dengan penyerahan surat dukungan langsung oleh Ketua DPD II Golkar Soppeng, Kaswadi Razak, kepada IAS saat pertemuan silaturahmi bersama sejumlah pengurus DPD II Golkar di kediaman IAS, Jalan Batu Putih, Makassar, Minggu (28/6/2026).
Kaswadi mengatakan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut atas terbitnya surat diskresi dari DPP Partai Golkar yang memberikan ruang kepada IAS untuk maju pada Musda Golkar Sulsel.
“Menindaklanjuti diskresi itu, saya sangat paham apa makna diskresi tersebut. Ini adalah suatu tanda bahwa DPP memberi ruang besar kepada Pak IAS. Makanya kami datang ke sini,” ujar Kaswadi.
Tegaskan Loyal kepada Partai
Kaswadi menegaskan perubahan dukungan tersebut bukan berarti meninggalkan Munafri Arifuddin secara pribadi. Menurutnya, keputusan yang diambil merupakan bentuk loyalitas terhadap kebijakan partai.
Ia mengungkapkan sejak awal dukungan kepada Appi memang bukan keputusan yang bersifat mutlak. Apabila DPP mengambil arah kebijakan berbeda, seluruh kader di daerah wajib menghormati dan mengikutinya.
“Kami konsisten dari awal. Kalau dukungan awalnya kami di Appi, tentu bukan harga mati. Kesepakatan kita, apabila ada keinginan lain dari DPP, maka kami tentu secara otomatis loyal kepada DPP,” tegasnya.
Mantan Bupati Soppeng dua periode itu juga membantah anggapan dirinya merupakan loyalis salah satu figur di internal Partai Golkar.
“Jadi saya ini loyalis partai,” katanya.
Sudah Berkomunikasi dengan Appi
Kaswadi mengaku telah berkomunikasi dengan Munafri Arifuddin mengenai dinamika dukungan tersebut jauh sebelum keputusan resmi diambil.
Menurutnya, dinamika menjelang Musda merupakan hal yang lazim terjadi di tubuh Partai Golkar dan setiap kader memiliki pengalaman membaca arah kebijakan partai.
“Saya sangat memahami dinamika di Golkar. Pengalaman kami selama di Golkar sudah bisa membaca tanda-tanda yang perlu kita sikapi, tidak perlu secara vulgar dijelaskan,” ujarnya.
Hormati Sikap DPD II Lain
Terkait masih adanya sejumlah DPD II yang tetap berada di barisan Munafri Arifuddin, Kaswadi menegaskan setiap pengurus daerah memiliki hak menentukan sikap politiknya masing-masing.
Meski demikian, ia menilai penyerahan surat diskresi secara langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, didampingi Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, dan sejumlah wakil ketua umum, merupakan sinyal politik yang sangat kuat.
“Itu haknya DPD II masing-masing. Yang jelas bagi kami, penyerahan diskresi secara langsung oleh Ketua Umum didampingi Sekjen dan Bendahara Umum merupakan hal yang sangat luar biasa dan tidak lazim,” jelasnya.
Kaswadi juga mengaku mengenal dekat sosok Ilham Arief Sirajuddin yang pernah memimpin Golkar Sulawesi Selatan. Menurutnya, IAS memiliki pengalaman panjang dan karakter kepemimpinan yang telah teruji di internal partai.
“Saya dengan beliau sudah lama bersama. Saya tahu persis bagaimana pola kepemimpinan beliau, karakter beliau, kami sangat paham sekali,” pungkasnya.


