Seorang selebgram berinisial NA (34) menjadi korban aksi brutal yang diduga dilakukan kawanan geng motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Korban mengalami luka di kepala dan punggung setelah dipukul serta dilempari helm hanya karena kekasihnya diduga sempat saling pandang dengan salah satu pelaku di jalan.
Peristiwa tersebut terjadi usai korban bersama sang kekasih menghadiri acara nonton bareng (nobar) Piala Dunia. Saat itu, keduanya berencana mencari makan sebelum pulang.
Menurut pengakuan korban, insiden bermula ketika mereka melintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 02.20 Wita.
Korban menuturkan, saat berada di persimpangan lampu merah Jalan Sudirman-Haji Bau-Ratulangi, kekasihnya sempat bertatapan dengan rombongan pengendara motor yang belakangan diduga merupakan anggota geng motor.
Tak lama setelah lampu lalu lintas berubah hijau, salah satu pengendara yang diduga tersinggung langsung memutar arah dan mengejar motor yang ditumpangi korban.
Korban mengatakan kekasihnya sempat menoleh ke belakang karena merasa ada yang tidak beres. Namun, tindakan tersebut diduga justru dianggap sebagai bentuk tantangan oleh para pelaku.
Tanpa banyak bicara, salah seorang pelaku langsung menyerang dari belakang. Korban yang saat itu duduk sebagai penumpang mengaku tidak sempat menghindar.
Ia dipukul berulang kali menggunakan helm hingga dilempari helm saat motor masih melaju di jalan raya.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami memar di bagian kepala, leher belakang, dan punggung. Benturan keras yang diterimanya membuat korban syok hingga berteriak meminta pertolongan.
Motor yang dikendarai korban kemudian berhenti di sekitar kawasan Gedung Mulo. Dalam kondisi menangis dan kesakitan, korban dievakuasi menuju sebuah kafe yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sementara itu, kekasih korban sempat berusaha mengejar para pelaku. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena para pelaku melarikan diri dengan berpencar menggunakan dua sepeda motor.
Korban memperkirakan jumlah pelaku sebanyak empat orang yang berboncengan menggunakan dua kendaraan.
Setelah kejadian, korban langsung melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Makassar. Ia juga menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Siloam sebelum menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Korban mengaku sempat mengalami benjolan di kepala, mual, muntah, hingga pusing setelah menerima pukulan.
Selain menunggu proses penyelidikan dari kepolisian, korban juga berinisiatif membantu mengungkap identitas pelaku.
Ia menawarkan hadiah sebesar Rp5 juta bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi akurat hingga pelaku berhasil ditemukan.
Menurut korban, aksi tersebut telah terekam kamera CCTV sehingga diharapkan dapat mempermudah proses identifikasi oleh aparat kepolisian.
Peristiwa itu juga meninggalkan trauma mendalam bagi korban. Ia mengaku kini merasa takut setiap kali harus bepergian menggunakan sepeda motor, terutama pada malam hari.
Korban berharap para pelaku segera ditangkap agar tidak kembali melakukan aksi kekerasan terhadap pengguna jalan lainnya.
Kasus tersebut kini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengungkap identitas dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam penganiayaan tersebut.


