Seorang wanita hamil bernama Ratna di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), terpaksa melahirkan di tengah perjalanan saat hendak dibawa ke fasilitas kesehatan.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Kopeang, Kecamatan Tapalang, pada Selasa (24/3/2026) siang. Ratna melahirkan di jalan setelah menempuh perjalanan sekitar 5 kilometer dari desanya menggunakan mobil hardtop.
Melahirkan di Tengah Perjalanan
Sekretaris Desa Kopeang, Karmin, menjelaskan bahwa proses persalinan terjadi saat perjalanan menuju puskesmas belum terlalu jauh.
“Pas berangkat di perjalanan melahirkan, itu perjalanan belum terlalu jauh sekitar 5 kilometer dari desa,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Dalam video yang beredar, Ratna terlihat melahirkan di atas tanah dengan beralaskan sarung. Ia dibantu sejumlah warga yang berada di lokasi, sementara beberapa lainnya tampak menangis menyaksikan kondisi tersebut.
Ibu dan Bayi Selamat
Meski berlangsung dalam kondisi darurat, Ratna dan bayinya dilaporkan selamat.
“Alhamdulillah agak baikan, sudah kembali ke desa. Setelah melahirkan dia minta ditandu kembali ke desa,” ungkap Karmin.
Jalan Rusak Jadi Kendala Utama
Karmin menyebut, akses jalan di Desa Kopeang sudah bertahun-tahun dalam kondisi rusak dan sulit dilalui kendaraan biasa, termasuk ambulans.
Akibatnya, warga yang sakit terpaksa menggunakan mobil hardtop atau bahkan ditandu untuk menuju Puskesmas Tapalang yang berjarak sekitar 18 kilometer.
“Masih sulit jalan, apalagi kalau musim hujan lebih parah lagi. Ini karena kemarau masih lancar hardtop,” jelasnya.
Fasilitas Kesehatan Terbatas
Desa Kopeang sebenarnya memiliki puskesmas pembantu (Pustu) dengan satu orang bidan dan dua perawat. Namun, fasilitas yang tersedia dinilai belum memadai untuk menangani kondisi darurat seperti persalinan.
Hal ini membuat banyak warga harus dirujuk ke puskesmas utama di Kecamatan Tapalang.
Jalan Sudah Lama Dilaporkan, Dijanjikan Diperbaiki
Pemerintah desa mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi jalan tersebut ke pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Karmin menyebut, perbaikan jalan dijanjikan akan dilakukan oleh pemerintah provinsi pada tahun ini.
“Sudah dilaporkan baik di kabupaten maupun provinsi. Sudah dijanji sama Pak Gubernur tahun 2026 diperbaiki,” katanya.
Potret Akses Kesehatan di Daerah Terpencil
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata sulitnya akses layanan kesehatan di sejumlah wilayah terpencil. Infrastruktur jalan yang belum memadai menjadi hambatan serius bagi masyarakat untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat dan layak.


