Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Sulawesi Selatan resmi membentuk Tim 5 untuk mengawal proses Musyawarah Cabang (Muscab) di tingkat kabupaten/kota. Tim ini bertugas melakukan penjaringan, penyaringan hingga mengawal pelaksanaan Muscab Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh daerah.
Tim 5 dikoordinatori Syamsu Rizal atau Deng Ical. Ia didampingi empat pengurus DPW lainnya, yakni Wawan Mattaliu, Rusdi Idrus, Hasrah Hasse, dan Zulfikar Limolang.
Dalam jumpa pers di Kantor DPW PKB Sulsel, Jalan Racing Center, Makassar, Selasa (17/2/2026), Deng Ical menjelaskan bahwa Tim 5 bertugas menginventarisasi dan mengidentifikasi figur yang dinilai layak menduduki posisi ketua, sekretaris, dan bendahara DPC di kabupaten/kota.
Selain Tim 5, proses Muscab juga akan diperkuat tim zona yang terbagi dalam enam koordinator wilayah (korwil).
“Tim 5 akan meramu dan mempersiapkan Muscab yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret hingga 20 April 2026,” ujar Deng Ical.
Ia menegaskan, unsur pimpinan inti DPW—ketua, sekretaris, dan bendahara—tidak akan terlibat dalam kerja Tim 5 maupun tim zona. Kebijakan ini diambil guna menjaga independensi dan objektivitas proses Muscab.
“Jangan sampai ada intervensi. Karena itu, Tim 5 dan koordinator zona dilarang melibatkan ketua, sekretaris, dan bendahara. Ketentuan ini juga berlaku pada Tim 5 yang dibentuk DPW PKB seluruh Indonesia,” tegasnya.
Meski demikian, hasil akhir Muscab tetap berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Tim 5 akan menyerahkan hasil Muscab kepada DPW PKB Sulsel untuk selanjutnya dilaporkan ke DPP sesuai kewenangan yang berlaku.
“Karena kewenangan DPW memang untuk melaporkan hasil kepada DPP,” tambah Deng Ical.
Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi kader yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua DPC, selama memenuhi ketentuan internal partai.
Sementara itu, anggota Tim 5, Nasra Hasse, menyampaikan bahwa tim juga akan menginventarisasi berbagai persoalan di tingkat DPC, termasuk melakukan evaluasi terhadap calon ketua yang mengalami penurunan perolehan kursi di parlemen.
Menurutnya, terdapat mekanisme penilaian yang diterapkan oleh DPP, seperti Simple, SMS, dan evaluasi kinerja sebagai instrumen pengukuran.
“Ada mekanisme penilaian terhadap calon ketua DPC, termasuk yang kursinya berkurang. Di DPP ada Simple, ada SMS, dan ada evaluasi kinerja,” jelas Nasra.
Tim 5 dijadwalkan melakukan road show ke seluruh kabupaten/kota di Sulsel untuk memastikan kesiapan Muscab yang memiliki rentang waktu relatif singkat.
“Tim 5 akan melakukan road show di setiap zona. Setiap korwil membawahi tiga kabupaten dan kota, serta akan berkoordinasi langsung dengan DPC,” tandasnya.


