Langkah Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menuju kursi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan semakin terbuka lebar. Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu resmi mengembalikan formulir pencalonan dengan bekal dukungan mayoritas dari 22 DPD II Partai Golkar kabupaten/kota.
Pengembalian formulir dilakukan di hadapan Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulsel di Sekretariat DPD I Partai Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa, Makassar, Kamis (16/7/2026).
IAS hadir didampingi para ketua dan sekretaris DPD II yang memberikan dukungan. Dengan mundurnya Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dari bursa pencalonan, IAS kini menjadi satu-satunya bakal calon yang telah memenuhi tahapan pengembalian formulir.
“Alhamdulillah, hari ini dukungan yang kami antarkan sebagai salah satu persyaratan itu sebanyak 22 DPD II,” ujar IAS kepada wartawan.
Tak hanya mengantongi dukungan dari mayoritas pemilik suara di tingkat kabupaten dan kota, IAS juga membawa dukungan dari organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, hingga organisasi sayap Partai Golkar.
Dukungan tersebut berasal dari tiga organisasi pendiri, yakni Kosgoro, SOKSI, dan MKGR. Selain itu, IAS juga memperoleh dukungan dari organisasi yang didirikan Golkar, seperti AMPI, AMK, Al-Hidayah, MDI, Satkar Ulama, serta dua organisasi sayap, KPPG dan AMPG.
Menurut IAS, besarnya dukungan tersebut menjadi amanah yang harus dijaga untuk membawa Partai Golkar Sulsel kembali berjaya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemilik suara yang telah memberikan kepercayaan, termasuk Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang menerbitkan surat diskresi sehingga dirinya dapat maju sebagai bakal calon ketua.
“Saya ingin mengapresiasi apa yang sudah diberikan oleh Ketua Umum. Insyaallah kepercayaan yang diberikan oleh Ketua Umum dalam sebuah keputusan diskresi kepada saya itu menjadi tanggung jawab besar yang akan saya jalankan,” katanya.
IAS menegaskan, jika dipercaya memimpin DPD I Partai Golkar Sulsel, fokus utamanya adalah membangun kembali kekuatan partai melalui penguatan kaderisasi dan konsolidasi hingga ke akar rumput.
Menurutnya, seluruh langkah tersebut diarahkan agar Partai Golkar mampu kembali menjadi kekuatan politik utama di Sulawesi Selatan pada Pemilu 2029 mendatang.
“Agar Golkar di Sulawesi Selatan bisa kembali jaya menghadapi Pemilu tahun 2029 yang akan datang,” pungkasnya.


