Dua mahasiswi Politeknik Pariwisata Makassar, Lyra Nuraulia (21) dan Anisa (21), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tragis di Kota Solo. Keduanya tewas usai motor yang ditumpangi tertabrak truk tronton di kawasan Tugu Wisnu Manahan.
Kronologi Kecelakaan Maut
Peristiwa nahas itu terjadi di kawasan Tugu Wisnu Manahan, Solo, pada Selasa (21/4/2026) sore.
Kedua korban saat itu mengendarai motor Yamaha Fazzio dan diduga hendak mengisi bahan bakar di SPBU Manahan. Namun, di tengah perjalanan, motor yang mereka tumpangi tertabrak truk hingga terseret.
Kasubnit 2 Gakkum Sat Lantas Polresta Solo, Ipda Yuli Nurus Yani, menyebut kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian dan langsung dievakuasi ke RSUD dr. Moewardi untuk penanganan lebih lanjut.
Korban Sedang Magang di Kadin Solo
Diketahui, Lyra dan Anisa tengah menjalani program magang di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo sejak Februari 2026.
Pengurus Kadin Solo Bidang Event Organizer, Denmas Arjun, mengungkapkan keduanya merupakan bagian dari lima mahasiswa Poltekpar Makassar yang mengikuti program magang selama enam bulan.
Ia menyebut, sebelum kejadian, kedua korban baru saja pulang dari kantor sekitar pukul 16.00 WIB dan dalam perjalanan menuju tempat kos di wilayah Colomadu.
“Informasinya mereka mau isi BBM dulu di SPBU Manahan, tapi terjadi kecelakaan di Tugu Wisnu,” ungkapnya.
Dikenal Rajin dan Aktif
Arjun juga mengenang kedua korban sebagai mahasiswi yang aktif dan rajin selama menjalani magang.
Bahkan, dua hari sebelum kejadian, keduanya masih terlibat dalam kegiatan halalbihalal Kadin yang digelar di sebuah hotel di Solo.
“Selama tiga bulan ini mereka aktif bantu kegiatan. Terakhir ikut event halalbihalal,” ujarnya.
Poltekpar Makassar Sampaikan Duka Mendalam
Pihak kampus Politeknik Pariwisata Makassar menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian dua mahasiswinya tersebut.
Dalam pernyataan resmi, kampus mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Tragedi ini menjadi pukulan berat, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi dunia pendidikan, khususnya civitas akademika Poltekpar Makassar.


